Muscle-and-fitness

Penyangkalan orgasm yang dalam praktiknya tidak mengizinkan pasangan pria untuk mencapai klimaks disaat berhubungan intim sesuai dengan kemampuan sang pria untuk menahannya selama mungkin, atau biasa disebut sebagai Male Orgasm Denial adalah trend baru bagi para pria yang sangat perduli dan mencintai pasangan mereka, dan juga bagi pria yang perduli dengan kesehatan mereka atau bagi para pria yang ingin mempertahankan lebih lama gairah seks atau libido tinggi mereka ketika sedang berhubungan intim dengan pasangannya.

Penyangkalan orgasm untuk pria mempunyai makna yang berbeda dengan apa yang disebut sebagai Coitus ReservatusWalaupun metodenya seperti sama saja, namun maksud dan tujuannya sangat berbeda. Bila seorang pria melakukan ‘Male Orgasm Denial’, hal ini biasanya dilakukan untuk menyenangkan pasangan wanitanya. Seorang pria yang sering melakukan penyangkalan klimaks pada diri mereka sendiri, akan selalu lebih mudah terangsang dan akan memuja pasangan wanitanya sebagai sesorang yang harus selalu disenangkan di dalam kamar. Secara medis, ‘Male Orgasm Denial’ diakui dapat membuat seorang lelaki lebih setia terhadap sang istri. Male Orgasm Denial, hendaklah dilakukan dengan tetap melakukan hubungan intim dengan pasangan sesering mungkin.

Beberapa pendapat medis menguraikan bahwa bila para pria terlalu sering mencapai klimaks dalam berhubungan intim, hal ini bisa menyebabkan resiko untuk mendapatkan kanker prostate karena rendahnya kadar testosterone. Testosterone dihasilkan tubuh dengan lambat dan perlu adanya jeda waktu yang diperlukan untuk memproduksi hormon ini. Tubuh pria akan semakin lambat dalam memproduksi testosterone dimulai sekitar usia 40 tahun ke atas. Walaupun testosterone dapat diproduksi secara aktik dengan berolahraga dan dengan mengkomsumsi makanan yang sehat bagi para pria, dengan melakukan Male Orgasm Denial, dan menyimpan testosterone lebih lama di dalam tubuh pria, akan menjaga energi dan gairah pria tetap tinggi.

male-reproductive-system

Male Orgasm Denial reduces Prostate Cancer risks in a man.

Sedangkan pendapat umum menguraikan bahwa disaat pria mencapai orgasm atau klimaks maka tubuh akan melepaskan hormon endorphin yang menyebabkan tubuh sang pria menjadi lelah dan jatuh tertidur. Hal ini biasa terjadi dan dimengerti. Jadi Male Orgarsm Denial dimaksudkan untuk membuat tubuh pria menjadi lebih sensitif dengan tetap dipertahankannya libido dan membuat pria menjadi lebih komunikatif terhadap pasangannya dalam menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Metode penyangkalan atau menahan klimaks selama mungkin, barangkali terdengar aneh dan gila bagi para pria muda yang masih mempunyai libido seks yang tinggi dan tidak terkontrol. Untuk para pria yang lebih dewasa dan selalu sibuk dengan banyaknya masalah dalam pekerjaan, bisnis dan kehidupan sehari-hari, teknik penyangkalan klimaks untuk para pria yang mempunyai pasangan wanita yang selalu panas dan selalu menginginkan hubungan intim yang berulangkali dalam sehari (atau untuk pria yang mempunyai pasangan nymphomaniac atau hiperseks), maka hal ini akan membantu para pria dewasa atau paruh baya untuk selalu mudah terangsang dan dapat dengan mudah memuaskan pasangan wanitanya.

Selain dilakukan karena adanya alasan kesehatan dan fisikal, Male Orgsm Denial juga mengandung unsur kinky (aktifitas seks yang tidak seperti biasanya). Unsur kinky dalam berhubungan seks kadangkala sangat dibutuhkan sebagai penyegaran dan penghilang kebosanan dengan melakukan hal-hal yang baru di tempat tidur dalam bersenang-senang dengan pasangan.

???????????????????????????????Doing sports and eating healthy foods keep human hormon in high level all the time.

Leave a Reply