timunemas-lari-rksasahijau
 SexEducation4ChildrenENG
Pedofilia atau pedophilia adalah sebutan kelainan sex yang ada pada orang dewasa ( yang biasanya dipunyai oleh lelaki dewasa) terhadap anak-anak dibawah umur. Banyak pria dewasa yang mempunyai kelainan gairah seks atau berahi yang timbul disaat melihat anak-anak kecil: mempunyai hasrat berahi terhadap anak kecil lelaki atau terhadap anak kecil perempuan. Dari berita yang penulis sering membacanya, banyak buronan atau para kriminal yang melakukan kejahatan pedofilia di negara-negara barat melarikan diri dan menetap di daerah-daerah pedalaman, disekitar wilayah miskin Malaysia, disekitar wilayah Bali yang terkenal sebagai masyarakat yang ramah dan tidak pernah berburuk sangka terhadap wisatawan luar yang menetap dan tinggal di Pulau Dewata. Para Pedofilia ini biasanya bersikap sopan, baik hati dan menjalani hidup mereka sehari-hari sebagai sosok yang perduli dengan kemajuan masa depan anak-anak atau perduli dengan masa depan para pemuda di wilayah yang mereka tempati.
Pengidap kelainan pedofilia biasanya tidak dapat terdeteksi oleh masyarakat atau oleh orang-orang dekat mereka. Para pedofilia biasanya hidup membaur di dalam masyarakat sebagai sosok yang perduli terhadap lingkungan dimana mereka tinggal. Pedofilia ini akan berusaha menampilkan dirinya sebagai figur yang sopan, suka menolong atau melakukan kegiatan sosial atau sejenis amal yang berguna bagi para remaja dan anak-anak bila mereka hidup dilingkungan baru, seperti misalnya diwilayah pedesaan.
Sedangkan untuk para pedofilia yang hidup dilingkungan perkotaan, akan sangat sulit untuk dikenali karena mereka biasanya orang asing yang menawarkan kepada para anak-anak kecil untuk menonton film, belanja, jajan ice cream atau mainan  atau bermain play station dengan janji-janji memberi hadiah atau memberi imbalan sejumlah uang agar si anak tergoda rayuan mereka dan mau melakukan apa saja yang mereka perintahkan.
timun_mas_12_by_tuankacang-d56wny4hijau
 child sex education
Merupakan, pilihan yang sangat sulit untuk dilakukan para orang tua dalam menjaga anak-anak sejak mereka batita (dibawah tiga tahun) hingga menjelang mereka menjadi dewasa. Dengan melihat fenomena tentang maraknya kasus pedofilia yang sering terjadi di sekolah-sekolah agama atau bahkan di tempat-tempat peribadatan, ada baiknya para orang tua yang mempunyai anak-anak usia batita mulai menjaga anak-anak mereka dengan lebih ketat dan memberi pengertian secara sederhana untuk menghindarkan sang anak sebagai korban atau menjadi target sasaran para pedofilia.
Di situs berbahasa Inggris yang saya baca dari seorang penulis di negara Australia, disarankan untuk bertanya kepada anak-anak apa saja yang mereka lakukan sehabis bermain atau meluangkan waktu dengan para dewasa yang mereka kenal. Di situs tersebut, dijelaskan bahwa para orang tua sebaiknya memeriksa seluruh bagian fisik anak-anak setelah mereka menghabiskan waktu dengan para dewasa, dan bertanya tentang kegiatan apa saja yang mereka lakukan disaat bersama-sama. Meragukan cara dan saran yang penulis baca karena ada hal-hal yang sebaiknya perlu dipikirkan secara matang. Bagaimana bila anak-anak telah diancam dan dibuat ketakutan oleh si pelaku? Apakah para orang tua harus menunggu hingga anak-anak mengalami kejadian yang menakutkan dan tidak menyenangkan dari pedofilia?
Dari pengalaman yang telah terbukti, untuk menjelaskan kepada anak-anak tentang bahayanya bergaul dengan orang-orang dewasa, bahkan para dewasa yang berasal dari dan di lingkungan mereka sendiri, untuk membatasi pergaulan anak-anak dan berbicara kepada mereka sejak dini, akan lebih baik untuk dilakukan daripada para orang tua tidak melakukannya sama sekali. Diakui bahwa hal ini akan menjadi hal terberat untuk para orangtua, khususnya untuk para Ibu yang harus menjelaskan kepada anak batita mereka untuk tidak dengan mudah bergaul atau mengikuti para pria dewasa yang mereka kenal ke tempat-tempat tertutup, tempat-tempat sepi, atau tempat yang tidak mudah ditemukan oleh para orangtua mereka. Secara nyata penulis melihat bahwa anak usia 2,5 tahun atau anak sekitar usia 3 tahun sudah dapat diperingatkan oleh Ibu mereka, misalnya: bahwa mereka tidak seharusnya terlalu dekat secara fisik dengan saudara pria, paman yang ini atau paman yang itu, tetangga yang ini atau yang itu, teman ayah yang ini atau yang itu, bahkan untuk terlalu dekat atau terlalu manja secara fisik kepada ayah mereka sendiri.
Timun Mas Dalam Bahasa Inggris
 SexEducation4Children
Harus dijelaskan kepada sang anak bahwa, bila orang dewasa yang mereka kenal (khususnya bila para pria), menyentuh sekitar alat kemaluan mereka, atau bagian-bagian tubuh terlarang mereka, misalnya seperti: telinga, mulut, perut, pinggul, paha atau daerah lainnya secara lembut atau secara sedikit menusuk-nusuk bahkan hanya dengan ujung jari sekalipun, sebaiknya mereka meronta dan melepaskan diri, bila perlu anak-anak harus berani menjerit-jerit, atau berlari menjauh. Anak-anak juga sebaiknya diajarkan untuk cepat berlari menjauh supaya dapat menjangkau tempat terdekat yang mereka kenal dan menemui orang-orang yang dikenal dekat oleh orangtua mereka, bila secara tiba-tiba anak-anak didekati oleh orang asing di jalanan, di tempat umum, di sekolah, atau di luar wilayah lingkungan rumah mereka. Disaat berbicara kepada anak-anak, akan sangat disarankan supaya para Ibu memberikan contoh bagaimana saja sentuhan-sentuhan tangan yang boleh dan sentuhan yang tidak boleh diterima oleh anak-anak dari para orang-orang yang mereka kenal secara baik atau dari orang-orang lain, maupun dari orang asing yang keluarga mereka tidak mengenal secara dekat.
Bila sekolah-sekolah seperti contohnya, di play group – play group atau di Taman Kanak-Kanak, di Sekolah Dasar dan  Sekolah Menengah Pertama ikut membantu para orang tua menjelaskan tentang bahayanya berbicara dan dekat dengan orang asing atau memberikan penerangan dan contoh-contoh, tentang sentuhan yang anak-anak tidak boleh menerimanya dari siapa saja atau dari sembarang orang, diharapkan para pedofilia tidak akan dengan mudah memangsa anak-anak dan para remaja sebagai korban mereka setiap saat dan secara mudah.
Berita tentang banyaknya buronan pedofilia yang melarikan diri dan sembunyi hingga bertahun-tahun lamanya di wilayah Indonesia, dan kejahatan mereka kemungkinan tidak akan pernah ditemukan, bila saja mereka tidak secara membabi buta tetap memangsa korban anak-anak yang cukup banyak dari linkungan baru mereka, tentu saja mereka tidak mudah untuk dikenali, dan kejahatan mereka tidak akan diketahui oleh masyarakat disekelilingnya.
Mengetahui bahwa kejahatan para pedofilia sangat menghancurkan dan mematikan masa depan para anak-anak dan para remaja, sebaiknya para Ibu mengingat bahwa akan ada saja bahaya yang mengancam anak-anak dan para remaja seperti yang terjadi didalam cerita rakyat yang sangat populer dari daerah Jawa Tengah: TIMUN MAS.
 re_buku_picture_82052timun
SexEducationforChildren
 PengasuhanAnak-kpai-2015

Leave a Reply