myth of sperm

Membaca di situs berbahasa Inggris bahwa pria menginginkan pasangannya untuk menjadi panas di tempat tidur dan bahkan bersikap seperti perempuan nakal yang dapat memberika ‘blow job’ terhadap pasangan prianya, dan bahkan para pria juga mengharapkan bahwa pasangannya dapat memuaskan ego mereka dengan melakukan aktifitas ‘hand job’ dan ‘blow job’, dan diakhiri dengan menelan ‘cum’ atau sperma yang keluar disaat sang pria mencapai klimaks, adalah hal baru yang cukup mengejutkan.

Intinya, para pria ingin pasangan mereka bisa bertingkah laku seperti seorang pramuria di dalam kamar dan sekaligus menjadi seorang wanita yang elegan seperti seorang putri di luar urusan kamar tidur. Di halaman situs berbahasa inggris tersebut bahkan diungkapkan bahwa beberapa pria mempunyai imajinasi atau keinginan terpendam agar pasangannya dapat menelan cairan sperma tanpa tersedak saat melakukannnya.

Ini tentu saja pendapat yang sangat tidak masuk akal bila dibaca oleh para wanita yang selalu menjaga kesantunan tingkah laku mereka sehari-hari dan terlahir dari lingkungan yang mengajarkan bahwa wanita yang terhormat tidak akan melakukan hal-hal yang hanya pantas dilakukan oleh para perempuan nakal.

Ada juga mitos yang beredar tentang kegiatan menelan sperma akan membuat si pelaku menjadi awet muda, karena adanya kandungan protein yang ada di dalam cairan sperma itu sendiri. Tentang kandungan banyaknya protein yang ada di dalam cairan sperma sudah terbukti secara medis.

Bagaimanapun, kandungan protein tinggi yang ada di dalam cairan sperma tidak akan bermanfaat untuk memberikan nutrisi ke dalam tubuh wanita yang menelannya. Kandungan protein yang tinggi di dalam cairan sperma yang sehat hanya berguna untuk melakukan pembuahan dan untuk menghasilkan keturunan yang baik.

Menelan sperma saat melakukan seks oral sebenarnya sangat riskan menularkan berbagai penyakit yang dimiliki oleh si pelaku maupun berbagai penyakit yang dipunyai si penerima seks oral. Cairan yang keluar dari penis yang tidak sehat dapat menularkan berbagai penyakit seksual bagi si pelaku seks oral.

Bila si pelaku seks oral sendiri pengidap penyakit seksual, dan bila mempunyai luka yang terbuka di sekitar mulut, bagian dalam mulut dan dalam rongga mulut atau kerongkongan mereka, maka resiko akan tertularnya penyakit menular akan menjadi berlipat ganda.

Oleh karena itu, sebaiknya para wanita berbijaksana dalam melakukan seks oral dan menelan sperma pasangannya. Walaupun mungkin merupakan sifat alami para wanita untuk berusaha selalu menyenangkan hati pasangannya, tetapi bila ingin melakukannya dan untuk memanjakan ego seksi sang suami, tidak akan ada salahnya bila secara berkala mengajak sang suami atau pasangan untuk memeriksa secara menyeluruh keadaan kesehatan fisik mereka.

Tes kesehatan yang terdiri dari tes urine, darah dan tes sperma sebaiknya dilakukan para suami di laboratorium atau klinik kesehatan yang terdekat.

Leave a Reply